MUSEUM REMPAH – REMPAH DAN KEBUN BOTANI

museum

I. PENDAHULUAN

1. Maluku sebagai Kepulauan Rempah-Rempah « The Spices Islands »

Kepulauan Maluku tercatat dalam sejarah dunia sebagai kepulauan rempah-rempah dan kepulauan raja-raja. Untuk itu sejak abad ke-13 menurut catatan penelitian dari Valentijn (1724) atau bahkan pada abad sebelumnya, tanah Maluku sudah dikunjungi oleh pedagang Arab dan Cina. Kemudian pada abad ke-16 didatangi oleh orang Eropa. Masuknya peradaban islam dan kristen di nusantara ini berawal di Kepulauan Maluku kemudian disebarkan ke daerah berkat perdagangan rempah-rempah. Kedatangan pedagang Arab, Cina dan Eropa pada masa itu untuk melakukan perdagangan komoditi cengkeh (Eugenia aromatica O.K., Myrtaceae) dan pala (Myristica fragrans Houtt, Myristicaceae), karena kedua komoditi tersebut mempunyai nilai ekonomi dan estetika yang tinggi layaknya emas dan minyak bumi pada masa sekarang ini. Disamping pergaulan karena pertukaran nilai ekonomi dari rempah-rempah maka terjadi pula interaksi budaya. Sehingga dapat dikatakan bahwa kepulauan Maluku saat itu sangat ramai didatangi oleh orang luar. Pergaulan juga dijalin bersama masyarakat nusantara lainnya seperti dari kesultanan Buton, Bone, Melayu dan Jawa. Seiring dengan kepentingan ekonomi, pada periode itu pula perkembangan ilmu pengetahaun mulai berkembang dengan berbagai penelitian yang dilakukan baik oleh bangsa Arab, Cina maupun Eropa. Salah satu diantaranya yang sangat spektakuler dari bumi Maluku sekitar 1640-an tercatat Georgius Everhardus Rumphius, seorang imigran Jerman di Negeri Belanda, pernah hidup dan meneliti kekayaan biodiversitas tanaman di kepulauan Maluku.. Bukunya yang sangat terkenal adalah « Het Amboinsche Kruid-book ». Dari sini dunia ilmu pengetahuan tumbuhan mulai dikenal dunia dan sekaligus menambah referensi botani yang sangat dibutuhkan dunia pada masa itu hingga sekarang ini.

Maluku sebagai kepulauan rempah-rempah selain dipublikasikan dalam bentuk referensi buku seperti yang dibuat oleh para pakar juga dapat didokumentasikan dalam sebuah museum. Kehadiran sebuah museum bukan saja sebagai tempat pameran benda bersejarah seperti yang sudah dikoleksi di Museum Siwalima Ambon namun ide tentang koleksi rempah-rempah ini pun dapat disajikan pada sebuah museum.

2. Tujuan

Pembangunan museum rempah-rempah bertujuan untuk menginformasikan kepada generasi kini dan generasi dimasa mendatang tentang harumnya Maluku sebagai kepulauan rempah-rempah.

Kebun Botani sebagai pelestarian plasma nutfah genetik tanaman khas Maluku juga diperuntukkan untuk mendukung lingkungan dan mengemban fungsi sebagai laboratorium alam.

 

3. Manfaat

Museum dapat dimanfaatkan sebagai sarana wisata dan pusat pengembangan ilmu pengetahuan sejarah, budaya dan lingkungan alam. Dengan kata lain museum bisa dijadikan objek wisata turis dan laboratorium pembelajaran kepada masyarakat umum dan masyarakat ilmiah pada semua strata pendidikan dari Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi. Penelitian mahasiswa bisa dilaksanakan di museum. Dengan demikian setiap objek yang digelar akan menjadi sumber informasi penting.

Di sekitar lokasi Museum Siwalima saat ini dapat juga dibangun taman dan tempat rekreasi yang didukung dengan fasilitas pelengkap lainnya. Ide yang mau ditampilkan disini adalah ke gunung untuk wisata museum dengan koleksi kebun botani dan ke laut untuk wisata bahari dimana pada lokasi di Taman Makmur terdapat situs Batu Capeu yang sangat terkenal. Kedua objek ini dapat ditangani secara terpadu.

 

II. RENCANA PROGRAM PEMBANGUNAN

Museum Rempah-Rempah akan dibangun di lokasi Taman Makmur Ambon dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Museum Siwalima dan Museum Kelautan yang telah ada sebelumnya. Artinya bahwa pengelolaan museum ini akan menjadi tanggung jawab unit pelaksana teknis museum yang bernaung dibawah Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Maluku. Dengan demikian program pembangunan museum ini akan disesuaikan sepenuhnya dengan mekanisme anggaran yang berlaku pada Dinas Pendidikan Nasional.

Untuk memahami rencana program pembangunan Museum Rempah-Rempah maka dapat diikuti pada diagram tahapan kegiatan yang disajikan berikut ini.

Dari diagram tersebut menggambarkan pengembangan sumberdaya manusia dapat ditempuh melalui pendidikan dan pelatihan serta penelitian. Diharapkan kegiatan ini dapat menunjang program penelitian pada jenjang S-1, S-2 dan S-3. Selain itu dapat pula direncanakan program pelatihan untuk mendidik pemandu museum yang profesional dalam bidang tanaman rempah-rempah.

 

III. METODE PENDEKATAN

Wujud dari Museum Rempah-Rempah adalah koleksi fosil dan herbarium dari berbagai spesimen tanaman rempah utama daerah Maluku seperti cengkeh dan pala. Disamping itu koleksi herbarium dari jenis tanaman rempah lainnya yang digunakan oleh masyarakat di Kepulauan Maluku.

Prinsip ilmiah dari pembangunan museum harus bertolak pada koleksi material, identifikasi, dan klasifikasi.

Pekerjaan koleksi, identifikasi dan klasifikasi dari setiap jenis harus dikerjakan dan diarsipkan dengan teliti, kemudian secara periodik dapat dipamerkan kepada khalayak.

Prinsip yang lainnya adalah peragaan dan penataan dimana kedua prinsip ini harus disesuaikan dengan perkembangan lingkungan masyarakat. Artinya semua material di dalam museum harus dipamerkan secara bergiliran mengikuti jadwal kejadian penting yang berlaku di masyarakat, misalnya eksposisi material menyongsong hari besar nasional dan daerah. Yang harus dihindari adalah eksposisi material yang sifatnya monoton.

Koleksi pribadi masyarakat seperti koleksi peninggalan warisan keluarga atau koleksi lukisan dapat ditampilkan untuk dipamerkan kepada khalayak. Disamping itu koleksi sejarah dari negeri, kabupaten/kota, dan pulau dapat dipamerkan secara bergilir menurut jadwal eksposisi. Jadwal eksposisi dimaksud harus diumumkan secara periodik kepada masyarakat umum maupun masyarakat ilmiah dari tingkat SD hingga Perguruan Tinggi. Dengan demikian membangkitkan kesadaran pentingnya arti museum untuk dikunjungi secara berkala dalam proses pembelajaran kepada masyarakat.

Khusus untuk kebun botani akan dimanfaatkan sebagai ruang koleksi beberapa jenis tanaman rempah sehingga profil tanaman yang telah dikoleksi di dalam museum juga bisa ditemui di dalam kebun botani tersebut. Pembangunan kebun botani akan memanfaatkan lingkungan sekitar museum sehingga kawasan dimaksud akan dikembangkan secara bersama-sama. Mengingat kawasan tersebut adalah milik Universitas Pattimura Ambon seluas 55 Ha yang perencanaan awal oleh Almarhum Kolonel Herman Pieters dengan Yayasan Maluku Irian Barat Makmur adalah ingin mewujudkan suatu kawasan pengembangan koleksi fauna dan flora khas Provinsi Seribu Pulau. Dengan demikian ide yang cemerlang ini dapat diwujudkan kembali guna mendukung program pendidikan dan pariwisata daerah kota Ambon.

IV. RENCANA PENDANAAN

1. Pembangunan infrastruktur dari Museum Rempah-Rempah dibiayai sepenuhnya dari dana APBD dan APBN.

2. Data koleksi material museum akan dikumpulkan melalui kegiatan survei lapangan yang dibiayai oleh dana rutin APBD maupun APBN. Selanjutnya kegiatan ini akan dituangkan dalam usulan proposal kegiatan lapangan.

3. Dana masyarakat akan digunakan untuk membiayai operasional eksposisi dan pemeliharaan koleksi. Selain itu dapat pula diusahakan dana dari donor luar negeri yang diperoleh berdasarkan kerjasama pendidikan dan penelitian, dimana pada program jangka panjang Museum Rempah-Rempah telah mampu menunjukkan identitas sebagai sumber informasi dan laboratorium pendidikan.

Foto Kerangka Bangunan yang berlokasi di samping Museum Siwalima       Koleksi Kelautan, Taman Makmur Ambon.

museum-1

Kerangka bangunan berlantai satu yang berlokasi di kompleks Museum Siwalima Ambon. Bangunan ini dapat dimanfaatkan untuk rencana mewujudkan Museum Rempah-Rempah di Provinsi Maluku. Selanjutnya dapat disebut pula sebagai Museum Siwalima koleksi Rempah-Rempah. (Dokumentasi : M.J. Pattinama, 2005)

 

 

TAHAPAN-MUSEUM-REMPAH

12 comments on “MUSEUM REMPAH – REMPAH DAN KEBUN BOTANI

  1. Cher Max,
    comment vas-tu ? Je t’informe que notre laboratoire fait paraître une revue Revue d’Ethnoécologie, à laquelle tes collègues, tes étudiants et toi pourraient participer.
    Voici le lien pour aller la consulter :
    ethnoecologie.revues.org
    Nous acceptons les articles en français et en anglais (pas en indonésien malheureusement).
    Donne-nous de tes nouvelles et de celles de ta famille.
    je t’embrasse
    Catherine

  2. M. Asdik H Sanaky on said:

    Setelah saya membaca tulisan Prof. menurut saya tulisan diatas sangat membangun. mengingat Maluku dalam sejarah merupakan surga bagi rempah-rempah yang terkenal hingga penjuru dunia pada masanya.

    “Museum rempah-rempah dan kebun Botani” merupakan judul yang mencitrakan sebuah inovasi dari segi pengetahuan sejarah dengan perspektif pertanian. karena dengan adanya pengenalan sejarah masa lalu, secara langsung akan memberikan gairah terhadap masyarakat dan civita academica tentang apa yang pernah menjadi primadona bagi Maluku, inovasi seperti ini harusnya segera diusulkan kepada Pemerintah agar segera di percepat pembangunannya Prof ? Terima kasih. Nim 2008-81-022

  3. Dhea safya maharani on said:

    Setelah saya membaca artikel ini, menurut saya Maluku memang harus memiliki museum serta kebun botani khususnya untuk tanaman khas Maluku sendiri. Mengingat bahwa Maluku merupakan daerah yang Kaya akan rempah-rempah yang menjadi daya tarik Maluku sendiri. Sehingga di masa yang akan datang kita masih dapat melihat dan merasakan bagaimana perkembangan serta pertumbuhan dari tanaman primadona Maluku ini.
    Dengan membaca artikel Prof. Saya mengetahui bahwa museum dan kebun botani ini memiliki peran penting untuk kita saat ini hingga masa yang akan datang. Dengan itu kita dapat mengetahui seberapa berharganya rempah-rempah bagi Maluku sendiri dan bagi Indonesia.
    Saya harap program ini segera dapat diwujudkan sehingga menjadi daya tarik baru bagi Maluku.
    Nama : Dhea Safya Maharani
    Nim : 2018-81-005

  4. Dhea safya on said:

    Setelah saya membaca artikel ini, menurut saya Maluku memang harus memiliki museum serta kebun botani khususnya untuk tanaman khas Maluku sendiri. Mengingat bahwa Maluku merupakan daerah yang Kaya akan rempah-rempah yang menjadi daya tarik Maluku sendiri. Sehingga di masa yang akan datang kita masih dapat melihat dan merasakan bagaimana perkembangan serta pertumbuhan dari tanaman primadona Maluku ini.
    Dengan membaca artikel Prof. Saya mengetahui bahwa museum dan kebun botani ini memiliki peran penting untuk kita saat ini hingga masa yang akan datang. Dengan itu kita dapat mengetahui seberapa berharganya rempah-rempah bagi Maluku sendiri dan bagi Indonesia.
    Saya harap program ini segera dapat diwujudkan sehingga menjadi daya tarik baru bagi Maluku.
    Nama Dhea Safya Maharani
    Nim 2018-81-005

  5. Dhea safya maharani on said:

    Setelah saya membaca artikel ini, menurut saya Maluku memang harus memiliki museum serta kebun botani khususnya untuk tanaman khas Maluku sendiri. Mengingat bahwa Maluku merupakan daerah yang Kaya akan rempah-rempah yang menjadi daya tarik Maluku sendiri. Sehingga di masa yang akan datang kita masih dapat melihat dan merasakan bagaimana perkembangan serta pertumbuhan dari tanaman primadona Maluku ini. Dengan membaca artikel Prof. Saya mengetahui bahwa museum dan kebun botani ini memiliki peran penting untuk kita saat ini hingga masa yang akan datang. Dengan itu kita dapat mengetahui seberapa berharganya rempah-rempah bagi Maluku sendiri dan bagi Indonesia. Saya harap program ini segera dapat diwujudkan sehingga menjadi daya tarik baru bagi Maluku.
    Nama : Dhea Safya Maharani
    Nim : 2018-81-005

  6. dhea safya on said:

    selamat sore pak, saya Dhea Safya Maharani (2018-81-005). setelah saya membaca artikel ini, menurut saya Maluku memang harus memiliki museum serta kebun botani khususnya untuk tanaman khas Maluku sendiri. mengingat bahwa Maluku merupakan daerah yang kaya akan rempah-rempah dan menjadi daya tarik bagi Maluku sendiri. sehingga di masa yang akan datang kita masih dapat melihat dan merasakan pertumbuhan serta perkembangan dari tanaman primadona Maluku ini. dengan membaca artike ini pun saya mengetahui bahwa museum dan kebun botani ini memiliki peran penting untuk kita baik saat ini maupun di masa yang akan datang. dengan itu kita dapat mengetahui seberapa berharganya rempah-rempah bagi Maluku dan Indonesia. saya harap program ini dapat dilanjutkan dan dikembangkan sebaik mungkin sehingga menjadi daya tarik bagi Maluku.

  7. Ayu Harnanti on said:

    Selamat sore pak, saya sangat tertarik dengan tulisan bapak ini, karena dengan adanya museum dapat mengajarkan kami yaitu sebagai generasi muda penerus bangsa untuk selalu mempelajari sejarah khusunya pada bidang pertanian, sehingga kita tidak lupa akan kekayaan rempah-rempah yang terdapat di Maluku.
    Sekian dan terima kasih☺
    Ayu Harnanti (2018.81.059)

  8. Nama : Rosna wabula
    Nim : 2018.81.012
    Selamat sore pak. Saya sangat tertarik setelah membaca tulisan bapak mengenai museum rempah-rempah dan kebun botani. Menurut saya dengan membangun museum ini dapat mengingatkan kembali kepada kita generasi muda tentang masa-masa elok pulau maluku yang terkenal dengan kekayaan rempah-rempahnya. Sehingga dengan museum itu juga dapat merangsang kita generasi muda untuk membudidayakan kembali tanaman tanaman rempah itu sehingga mengembalikan lagi masa elok itu, masa yang mana maluku sangat terkenal dengan kekayaan rempah rempah.

  9. Hamrin nim 2018 81 018 on said:

    Selamat malam pak.setelah saya membaca tulisan pak prof. Mengingat maluku adalah surgah di mana banyak sekali rempah rempah dan banyak sekali orang yang berdatangan dari berbagai suku atau negara dari arab dll. Tapi di sini pak saya tanyakan kenapa sekarang ini orang lebih cenderung mencari emas dari pada rempah remaph rempah !

  10. Hamrin nim 2018 81 018 on said:

    Selamat malam pak.setelah saya membaca tulisan pak prof. Mengingat maluku adalah surgah di mana banyak sekali rempah rempah dan banyak sekali orang yang berdatangan dari berbagai suku atau negara dari arab dll. Tapi di sini pak saya tanyakan kenapa sekarang ini orang lebih cenderung mencari emas dari pada rempah rempah!

  11. Nur Ismi D Litiloly on said:

    Selamat pagi pa prox max. Setelah saya membaca artikel pak prof menurut saya tulisan diatas sangat membangun dan mengingat Maluku, dalam sejarah merupakan surga bagi rempah-rempah yang terkenal hingga penjuru dunia pada masanya. Artikel tersebut mencitrakan sebuah inovasi dari berbagai segi pengetahuan sejarah dengan perspektif pertanian. Sehingga di masa yang akan datang kita masih dapat melihat dan merasakan bagaimana perkembangan serta pertumbuhan dari tanaman primadona Maluku ini. Sekian dan terimakasih pa prox max
    Nama : Nur Ismi D Litiloly
    Nim : 2019-81-045

  12. FADILAH SAFITRI MULIADI KAIMUDDIN (201981003) AGRIBISNIS on said:

    Selamat Siang Prof, menurut saya artikel MUSEUM REMPAH-REMPAH DAN KEBUN BOTANI yang prof buat sangatlah menambah wawasan terlebih lagi mengenai museum rempah rempah yang sebelumnya saya tidak tahu menjadi tahu prof, dan untuk pemilihan bahasa yg digunakan juga sangat baik dan mudah dimengerti oleh mahasiswa seperti saya. Terima Kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>