BERDIRI DI DARAT DAN MEMANDANG KE LAUT

MEMANDANG-KE-LAUT

oleh :

Marcus Jozef PATTINAMA[1]

I. Prolog

Memuliakan Laut. Tema ini kembali digaungkan melalui pemaparan diversifikasi ide pada penerbitan buku ketika merayakan Dies Natalis Universitas Pattimura Ambon yang kini telah berusia 54 tahun pada April 2017. Jika boleh dapat kami sampaikan bahwa tema ini tidak dapat dipisahkan dari Pola Ilmiah Pokok Unpatti, Bina Mulia ke Lautan. Dengan demikian landasan berpikir yang hendak dikembangkan dalam tulisan ini adalah bagaimana sumbangan yang dapat diberikan oleh ilmu-ilmu pertanian dalam memberikan penguatan terhadap tema Memuliakan Laut yang pada gilirannya memberikan ciri dan identitas yang makin lengkap terhadap arah pengembangan Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon ke depan.

Memuliakan laut sebagai derivatif Bina Mulia ke Lautan adalah konsep yang mengandung makna filosofi paling tinggi karena senantiasa berkohesi dengan dunia nyata dan dunia kosmologis orang Maluku. Dalam hidup sehari-hari orang Maluku sulit dipisahkan dari laut karena dari sanalah ada ladang hidup berkelanjutan. Sedangkan pandangan kosmologis juga tidak dapat dipisahkan dari laut sebagai suatu entitas. Ada hubungan totalitas antara ruang langit dan ruang bumi, dimana ruang bumi tidak hanya dibatasi pada zona darat namun demikian mencakup zona laut. Kemudian dalam tatanan bernegara, tema kelautan pada saat ini menjadi « à la mode » atau « up to date » bahkan menjadi tema dalam hubungan dengan issue Indonesia sebagai poros maritim dunia. Dalam kalkulasi ekonomi makro, laut Indonesia akan menjadi sumber devisa negara terbesar dan Maluku adalah poros maritim Indonesia.

Ide memuliakan laut mengandung dua tataran makna yakni makna harafiah adalah menyempurnakan laut dengan penuh keluhuran dan makna filosofi adalah suatu tatanan cintarasa terhadap lautan dengan kesadaran dan penghayatan untuk senantiasa menjunjung tinggi lautan dengan segala harta kekayaannya sebagai sumber kehidupan yang dikaruniakan oleh Tuhan Yang Maha Esa kepada Manusia

Menurut hemat penulis bahwa memuliakan laut adalah suatu falsafah pendidikan dan bukan merupakan suatu ilmu atau disiplin ilmu yang berdiri sendiri. Dengan kata lain dapat dikatakan pula bahwa memuliakan laut adalah suatu konsep inovasi yang mengandung orientasi dasar ilmiah dengan tujuan pengembangan dan kerjasama pendidikan pada level paling bawah hingga level paling tinggi.

 

II. Makna Berdiri di Darat dan Memandang ke Laut

Memuliakan laut seyogyanya mendapat sentuhan makna aplikasi sehingga ada wujud nyata yang bisa dipahami dari bebagai bidang ilmu. Dengan kata lain memuliakan laut akan menjadi lengkap apabila ditopang dalam perspektif multidisiplin dan interdisipliner. Untuk itu disiplin ilmu pertanian memaknainya dengan Berdiri di Darat dan Memandang ke Laut.    Disiplin ilmu pertanian mencoba untuk mengembangkan pemikiran yang sangat sederhana dari memuliakan laut yaitu berdasarkan hubungan sebab-akibat. Pernyataan Berdiri di Darat bermakna bahwa pemahaman konsep ruang dimana seluruh aktifitas pertanian pada ekologi daratan adalah suatu ruang entitas dimana manusia berpijak untuk hidup. Sedangkan pernyataan Memandang ke Laut artinya bukan sebatas memandang dengan alat indera mata saja tetapi menunjuk pada konsep pembagian waktu kerja penuh untuk meramu wilayah daratan dimana semua aktivitas bekerja di darat tersebut tidak dapat dipisahkan dari ruang laut dengan segala ekologinya. Disini hubungan darat dan laut menjadi suatu entitas yang utuh. Dengan kata lain bahwa memandang ke laut memiliki bobot yang sama dengan berdiri di darat. Pendefinisian memandang ke laut ini berangkat dari pemahaman nyata dari masyarakat pertanian yang ada di Maluku dimana mereka mendiami hanya satu pulau besar (Seram) dan sisanya bermukim pada pulau kecil (< 10.000 km²) dimana laut dan pulau adalah rumah mereka yang sulit dipisahkan.

Seorang petani di Maluku selalu memangku dua profesi pekerjaan sekaligus yaitu sebagai petani yang mengelola ekologi daratan dan sebagai nelayan yang juga mengelola ekologi laut. Dengan demikian seorang petugas penyuluhan pertanian di suatu desa akan berhadapan dengan seorang petani dan juga merangkap sebagai seorang nelayan. Dengan kata lain ini berdampak pada saat kegiatan penyuluhan pertanian atau kegiatan penyuluhan perikanan maka petugas akan berhadapan dengan orang yang sama. Profesi bivalen yang dimiliki oleh petani di Maluku yang memberikan inspirasi pada disiplin ilmu pertanian untuk merumuskan falsafah pembangunan pertanian di Maluku : Berdiri di Darat dan Memandang ke Laut.

Kenyataan lainnya yang mendukung falsafah ini adalah dalam hal penguasaan tanah di Maluku. Studi yang mendalam tentang organisasi teritorial menunjukkan bahwa penguasaan tanah di Maluku mempunyai batas-batas yang hanya ditandai secara alami, misalnya gunung, air, tanitan, dan tanaman (pohon) tertentu, akibatnya luas daerah yang menjadi hak milik tidak bisa diukur secara akurat ditambah pula dengan hak petuanan yang bersifat komunal. Penguasaan tanah juga menjangkau dalam wilayah sungai yang mengalir dari sumbernya pada daerah pegunungan hingga bermuara pada wilayah lautan. Untuk wilayah ini pendefinisian pemilikan akan terukur pada batas akhir saat air laut surut (meti). Oleh karena itu pada surat resmi kepemilikan tanah yang diakui oleh Negara sebagai Surat Dati juga mencantumkan batas-batas kepemilikan wilayah yang dicatat berdasarkan terminologi vernakuler.

 

III. Konsep Pertanian di Maluku

Dalam berbagai pertemuan ilmiah baik yang diselenggarakan pada intern Fakultas Pertanian maupun pada ekstern di level regional dan nasional, Fakultas Pertanian telah menetapkan arah bahwa konsep pembangunan pertanian yang hendak dikembangkan di Provinsi Maluku adalah Konsep Pertanian Kepulauan.

Konsep pertanian kepulauan seyogyanya dipandang dari tiga konsep ruang dimana organisme hidup termasuk manusia memilihnya sebagai suatu habitat yaitu gunung, pantai dan laut. Ketiga ruang ini harus dilihat secara holistik. Jika kita mau membangun manusia, dalam hal ini memanusiakan manusia, maka harus dimulai dari habitat dimana manusia berada yaitu ruang yang memungkinkan manusia bisa berkarya sepanjang hidup dengan curahan waktu kerja penuh. Itu berarti manusia hanya bisa menggunakan ruang gunung dan pantai. Sedangkan ruang laut atau lautan adalah tempat hydroorganisma. Ruang laut tidak bisa menjadi pemukiman manusia dan lebih cenderung dijadikan sebagai ruang untuk menghidupi manusia, dimana kondisi laut tidak bisa ramah sepanjang waktu. Kondisi yang ramah itu hanya bisa diketahui oleh manusia yang mengelolanya. Contohnya : pergerakan arah angin di darat akan menjadi indikator bagi manusia untuk memprediksi situasi di laut.

Pertanian kepulauan tidak terlepas dari kondisi geografis wilayah kepulauan itu sendiri dimana situasi dan kondisi akan sangat berbeda dengan wilayah kontinental, terutama bila dilihat dari sisi luasan ketersediaan lahan untuk mengembangkan suatu usaha pertanian yang intensif. Kemudian iklim yang beragam dan cuaca yang fluktuatif dari pulau ke pulau, serta jenis tanah dengan sifat erodible dan tingkat kesuburan tanah yang rendah, mudah tercuci pada bagian top-soil dengan ketebalan tanah yang rendah merupakan faktor-faktor pembatas pembangunan sistem pertanian kepulauan.

Dengan segala keterbatasan sumbaerdaya alam maka untuk menerapkan pola pertanian di wilayah kepulauan diharapkan mempertimbangkan faktor ekosistem wilayah tersebut sehingga dapat mengembangkan suatu model dengan pola yang sifatnya berkelanjutan. Ciri utama dari wilayah kepulauan adalah terbatasnya lahan datar dengan kondisi kepulauan yang terisolasi satu dengan yang lain memberi peluang untuk mengembangkan pola pertanian lahan kering dengan komoditi unggulan yang kompetitif seperti yang sudah dipraktekkan oleh petani Maluku yaitu mengembangkan sistem agroforestry tradisional. Berikut ini beberapa nama lokal dari sistem agroforestry tradisional adalah dusung (Pulau Ambon dan Lease), lusun (Pulau Seram), wasilalen (Pulau Buru) dan atuvun (Pulau Kei). Model ini merupakan model yang cocok secara ekologi dan merupakan penyanggah bagi kawasan pegunungan dari bahaya erosi. Jika kita bayangkan apabila kita menganjurkan petani di Maluku untuk merubah pola usahatani dari tanaman campuran antara tanaman hutan dan tanaman pertanian (agrisilvikultur) ke pola usahatani tanaman pangan dengan sistem monokultur, maka untuk daerah kepulauan dengan komposisi tanah yang sangat labil akan sangat berbahaya bagi keselamatan manusia di dalam pulau tersebut. Pengaruh yang luas juga bisa sampai pada pendangkalan daerah tepi pantai sehingga akibatnya terjadi pengrusakan vegetasi tanaman daerah pantai (=mangrove) dan yang tidak kalah penting adalah rusaknya daerah terumbu karang. Kerusakan ekosistem daerah pantai akan memberi dampak pada siklus hidup plankton dan jenis biota laut lainnya.

Jadi tindakan merubah ekologi daerah pegunungan akan memberikan indikasi bahwa nilai cinta-rasa memuliakan laut sudah pudar. Amati dan bandingkan dengan tindakan « illegal logging » yang pernah dipraktekkan oleh para pemegang konsesi hutan, akibatnya yang dirasakan saat ini adalah ekosistem daerah pegunungan sangat cepat berubah.

Selanjutnya, sistem pertanian di pulau-pulau kecil selayaknya mengadopsi konsep pertanian dengan input luar rendah dan agroekologi. Konsep LEISA (Low external input sustainable agriculture) merupakan suatu pilihan yang layak bagi petani dan bisa melengkapi bentuk-bentuk lain produksi pertanian. Konsep ini selanjutnya menekankan prinsip-prinsip ekologi dalam pertanian dengan menempatkan usahatani sebagai relung ekologi yang mirip dengan alam yang berupaya mencapai keanekaragaman fungsional dengan mengkombinasikan spesies tanaman dan hewan (agrosilvopastura) dimana hal ini sudah dipraktekkan oleh petani di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) yang disebut lutur. Konsep pertanian lutur adalah yang saling melengkapi dan berhubungan dalam interaksi sinergetik dan positif, sehingga kestabilan bisa diperbaiki, dan produktifitas sistem pertanian dengan input rendah.

 

IV. Epilog

Pandangan yang diberikan ini adalah tidak lain bersumber dari pengalaman kami sebagai guru di kampus dan peneliti di lapangan serta laboratorium, dimana kesemuanya diperoleh dari interaksi yang dinamis dengan penuh kerendahan hati mau mendengar, mancatat dan mempelajari semua informasi dan pengetahuan lokal yang dipraktekkan oleh petani dalam mengelola alam serta interaksi harmonis antar manusia dengan alam yang harus mereka ciptakan untuk bisa bertahan hidup. Sistem pertanian yang dijalani adalah gambaran linier dari sistem peradaban manusia karena memang pertanian adalah peta peradaban manusia.

Konsep memuliakan laut yang dijabarkan dalam konsep berdiri di darat dan memandang ke laut adalah landasan sistem pertanian berkelanjutan yang memiliki lima dimensi pandang, yaitu dimensi nuansa ekologis, dimensi kelayakan ekonomis, dimensi kepantasan budaya, dimensi kesadaran sosial, dan dimensi pendekatan holistik. Penguatan kelima dimensi tersebut di atas adalah bertujuan untuk mewujudkan kedaulatan dan ketahanan pangan, meningkatkan mutu sumber daya manusia, meningkatkan kualitas hidup, serta menjaga kelestarian sumber daya melalui strategi kerja keras proaktif, pengalaman nyata, partisipatif, dan dinamis.

Artikel dalam Buku Pandangan Guru Besar tentang tema Memuliakan Laut untuk Dies Natalis UNPATTI Ambon ke-54, Tanggal 23 April 2017.

 



[1] Guru Besar Ethnoekologi dan Staf PengajarJurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Unpatti Ambon.

67 comments on “BERDIRI DI DARAT DAN MEMANDANG KE LAUT

  1. Yantiana kareth on said:

    Berdiri di Darat bermakna bahwa pemahaman konsep ruang dimana seluruh aktifitas pertanian pada ekologi daratan adalah suatu ruang entitas dimana manusia berpijak untuk hidup
    Memandang ke Laut artinya bukan sebatas memandang dengan alat indera mata saja tetapi menunjuk pada konsep pembagian waktu kerja penuh untuk meramu wilayah daratan dimana semua aktivitas bekerja di darat tersebut tidak dapat dipisahkan dari ruang laut dengan segala ekologinya
    Saya sangat sejutuju dengan apa yang di katakan di atas bahwa Berdiri di darat memandang kelaut artinya bahwa seorang yang berperang di laut dan darat ini dia bukan saja mencari nafkah di darat tetapi di lautpun dia mencari nafkah itu mungkin suda jadi kehidupan dia seperti contoh Seorang petani di Maluku selalu memangku dua profesi pekerjaan sekaligus yaitu sebagai petani yang mengelola ekologi daratan dan sebagai nelayan yang juga mengelola ekologi laut.
    Terima kasih

  2. Zanetha J Huwae on said:

    Dari tulisan BERDIRI DI DARAT DAN MEMANDANG KE LAUT,dapat dikatakan bahwa kehidupan didunia selalu memiliki hubungan interaksi dan saling membutuhkan baik kehidupan masyarakat maupun perspektif multidisiplin ilmu. Sehingga daripada itu dapat dikatakan bahwa sejauh mata memandang,seluas itu pula harapan terbentang untuk diraih.

  3. Elisabeth Tan on said:

    Di Provinsi Maluku terdapat 8(delapan) kabupaten yang masuk sebagai daerah tertinggal yakni Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Maluku Tengah, Buru, Kepulauan Aru, Seram Bagian Barat, Seram Bagian Timur, Maluku Barat Daya dan Buru yang disebabkan oleh (a) perekonomian masyarakat; (b) . sumber daya manusia; (c) sarana dan prasarana; (d) kemampuan keuangan daerah; (e) aksesibilitas; dan (f) karakteristik daerah. Jika kita mengkaji secara mendalam tulisan Prof Max Pattinama maka kita akan menemukan banyak solusi terhadap berbagai permasalahan dan tantangan yang dihadapi wilayah ini, Tulisan dengan judul berdiri didarat dan memandang ke laut akan melihat keutuhan atau entitas wilayah dari semua aspek tata ruang baik di darat maupun di daratan. Konsep berdiri di darat dan memandang ke laut menggambarkan landasan sistem pertanian berkelanjutan untuk membangun ketahanan pangan dan mewujudkan kedaulatan pangan melalui penguatan dimensi nuansa ekologis, dimensi kelayakan ekonomis, dimensi kepantasan budaya, dimensi kesadaran sosial, dan dimensi pendekatan holistik. Dengan demikian penyelesaian beberapa masalah baik kesenjangan dan kemiskinan mestinya dapat dilihat secara holistik dalam lima dimensi tersebut . Konsep berdiri didarat dan memandang dilaut perlu didorong melalui dukungan terhadap riset dan teknologi terhadap suatu kawasan yang memandang daratan dan lautan sebagai suatu potensi. Saya sungguh mengapresiasi tulisan Prof Max Pattinama. Sukses selalu Pak Prof Max.

  4. Elisabeth Tan on said:

    8(delapan) kabupaten yang masuk sebagai daerah tertinggal yakni Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Maluku Tengah, Buru, Kepulauan Aru, Seram Bagian Barat, Seram Bagian Timur, Maluku Barat Daya dan Buru yang disebabkan oleh (a) perekonomian masyarakat; (b) . sumber daya manusia; (c) sarana dan prasarana; (d) kemampuan keuangan daerah; (e) aksesibilitas; dan (f) karakteristik daerah. Jika kita mengkaji secara mendalam < tulisan Prof Max Pattinama maka kita akan menemukan banyak solusi terhadap berbagai permasalahan dan tantangan yang dihadapi wilayah ini, Tulisan dengan judul berdiri didarat dan memandang ke laut akan melihat keutuhan atau entitas wilayah dari semua aspek tata ruang baik di darat maupun di daratan. Konsep berdiri di darat dan memandang ke laut menggambarkan landasan sistem pertanian berkelanjutan untuk membangun ketahanan pangan dan mewujudkan kedaulatan pangan melalui penguatan dimensi nuansa ekologis, dimensi kelayakan ekonomis, dimensi kepantasan budaya, dimensi kesadaran sosial, dan dimensi pendekatan holistik. Dengan demikian penyelesaian beberapa masalah baik kesenjangan dan kemiskinan mestinya dapat dilihat secara holistik dalam lima dimensi tersebut. Konsep berdiri didarat dan memandang dilaut perlu didorong melalui dukungan terhadap riset dan teknologi terhadap suatu kawasan yang memandang daratan dan lautan sebagai suatu potensi. Saya sungguh mengapresiasi tulisan Prof Max Pattinama. Sukses selalu Pak Prof Max.

  5. Cinthya Batkormbawa on said:

    Dari tulisan Berdiri di darat dan memandang ke laut memiliki arti bahwa sebagai suatu habitat yaitu gunung pantai dan laut ketika ketiga konsep ini kemudian menyatu maka manusia mampu berkarya dengan memanfaatkan hasil-hasil dari alam. Memuliakan laut berarti kita sebagai manusia harus menjaga dan melestarikan alam kita.

  6. Henry Rutumalessy on said:

    Saya memohon maaf kepada bapak karena komentar ini baru bisa di post akibat kebndala teknis pada akun Email saya pa !

    Saya merasa bersyukur dan beruntung membaca tulisan/artikel bapak “Berdiri di Darat dan Memandang Ke Laut” sebab tulisan ini sarat filosofi hidup. Apa yang bapak utarakan mengenai makna “Berdiri di Darat dan Memandang Ke Laut” adalah kedalaman pencindraan tentang hakikat hidup orang maluku, dimana manusia Maluku tidak akan pernah bisa dipisahkan dengan laut. Walau kesehariannya ia bekerja sebagai petani namun ia juga melakukan aktivitas sebagai nelayan. Jadi saya sepakat dengan kesimpulan bapak bahwa seorang manusia Maluku memandang Darat dan laut sebagai suatu entitas yang utuh, tak terpisahkan.

  7. elda slamet on said:

    Berdiri di darat dan memandang ke laut adalah suatu konsep yang erat kaitannya dengan kehidupan orang Maluku yang mana dalam kesehariannya orang Maluku dalam beraktivitas untuk kelangsungan hidup sehari-hari memangku dua jabatan yakni sebagai nelayan maupun sebagai petani yang dikenal dengan bivalen, tidak hanya itu mereka yang sebagai petanipun melakukan kegiatan budidaya pertanian bersifat polipalen yang mana tidak hanya satu komoditi yang diusahakan tetapi bercampur. untuk itu dalam membangun pertanian di Maluku selain dengan konsep kepulauan yang terdiri dari gugus pulau, kita harus melihat kareteristik wilayah tersebut baik itu iklim, jenis tanah maupun sentra produksi komoditi unggulan pada wilayah tersebut sehingga kedepannya dapat diterapkan One Village One Produk, baik itu di darat maupun di laut.

  8. ALFIANA UMASUGI on said:

    Selamat malam Pak,dari pembhasan artikel yg Bapak tulis tersebut saya setuju karena manusia perancis dan manusia indonesia memiliki pandangan yg berbeda terlebih di perancis pendidikan adlh yg utama karena dengan pendidikan perancis akan mengalami kemajuan,serta pendidikan sejak dari dini sdh di terapkan di perancis di bantu oleh sumber daya pengajar yang berkualitas maka akan menciptakan didikan yang berkualitas juga.alangkah baiknya indonesia menerapkan sistem pendidikan seperti perancis di mana pendidikan di bantu dengan meningkatkan Sumber daya pengajar yang berkualitas di indonesia dengan begitu pendidikan akan merata di seluruh wilayah indonesia.yang terpenting dari 7 strategi di atas dapat di terapkan dan juga bisa menginspirasi banyak orang khususnya di kalangan mahasiswa. Sekian dan
    Terimakasih Pak.

  9. Menurut saya,Setelah Membaca Artikel Bapak BERDIRI DIDARAT DAN MENGHADAP KELAUT.Saya dapat mengambil banyak makna dan saya bisa termotivasi.Karna Memiliki arti Luas,dan Dapat memberikan gambaran2 Tentang bagaimana langkh untuk Meraih kesuksesan.

  10. Yudea Doodoh on said:

    Selamat pagi, pak. Tulisan bapak membawa pikiran membayangkan laut, dan saya senang dengan tulisan bapak mengenai laut dan berbagai aspek pendukungnya. Diantaranya ada yang saya sukai;
    Jika kita mau membangun manusia, dalam hal ini memanusiakan manusia, maka harus dimulai dari habitat dimana manusia berada yaitu ruang yang memungkinkan manusia bisa berkarya sepanjang hidup dengan curahan waktu kerja penuh
    - Saya setuju dengan bapak.., manusia hidup untuk memanusiakan sesama manusia. Saat manusia lahir pun, manusia tidak dapat memilih dimana atau dengan siapa dia tinggal dan hidup. Akal budi yang diberikan Tuhan, kiranya digunakan dengan baik oleh manusia untuk berkarya atas kelimpahan sumberdaya alam.

  11. Gregori G.Salelatu on said:

    Apa yang dikaruniakan Tuhan sangat luar biasa dengan makna filosofi kesadaran dan cinta rasa terhadap lautan dan darat sangat menarik hati dan jiwa raga saya terhadap artikel yang ditulis Bapak “Berdiri di darat dan memandang ke laut”, bahwa lautan dan daratan sangat berhubungan erat dan tidak dapat dipishkan dari kehidupan manusia, dan manusia mempunyai tugas untuk menjaga dan merawat kedua ekosistem tersebut.

  12. Aca Aprillia Anakotta on said:

    Berdiri di darat dan memandang ke laut merupakan sebuah kalimat yang memiliki arti yang begitu penting dan mendalam. berdiri di darat dan memandang ke laut mengajarkan bagaimana kita harus menjaga dan merawat habitat dimana sekarang kita berada. jika kita merusakan yang satu maka yang lainnya juga akan ikut rusak. saya pernah mendengar seorang dosen yang mengatakan bahwa jika kita merusak hutan atau darat maka yang dilaut juga akan ikut rusak, karena laut dan darat itu satu.
    masyarakat maluku tidak dapat dipisahkan dari dua hal ini (laut dan darat). ketika pagi mereka akan kedarat menjadi petani dan pada malam hari mereka akan ke laut menjadi nelayan. tanpa disadari masyarakat maluku ketika mereka berdiri di darat mereka akan tetap memandang ke laut dimanapun mereka berada karena itu telah menjadi bagian dari diri mereka.
    terima kasih.

  13. Aca Aprillia Anakotta on said:

    Tulisannya sangat bagus dan menarik untuk dibaca serta judulnya yang menginspiratif.
    #BerdiriDiDaratDanMemandangKeLaut
    #MahasiswaPemuliaan

  14. Alfian Tuasuun on said:

    Dari tulisan Berdiri di darat memandang ke laut , saya memaknainya bahwa dimana kita sebagai manusia yang hidupnya di darat tetapi kita juga harus melihat ke laut yang mana laut juga menjadi salah satu bagian tersedianya kebutuhan manusia . Karena terkadang manusia sering mengabaikan laut yang bukan habitatnya. Sehingga manusia sering merusak laut . Dan tulisan ini juga sangat baik untuk kita semua agar dapat merawat laut juga seperti kita merawat darat .

  15. Novia Sabandar on said:

    Dari tulisan ini saya dapat mempelajari dan dapat memahami bahwa dari kalimat BERDIRI DI DARAT DAN MEMANDANG KE LAUT mempunyai makna sangat mendalam tentang bagaimana kita sebagai masyarakat maluku sangat tergantung dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan dilaut dan di darat. petani di maluku selalu memangku dua profesi pekerjaan sekaligus yaitu sebagai petani yang mengelola ekologi darat dan sebagai nelayan yang juga mengelola ekologi laut. oleh karena itu, kita sebagai masyarakat maluku harus merawat dan menjaga ekosistem yang ada agar maluku akan menjadi sestem pertanian yang berkelanjutan demi memenuhi kebutuhan pangan. terima kasih
    #MahasiswaPemuliaan

  16. Hana S. Tomatala on said:

    artikel yang bapak tulis dengan judul berdiri di darat dan memandang ke laut, sangat menginspirasi sekali karena sangat bermanfaat bagi seorang petani maluku yang mempunyai dua pekerjaan atau dua profesi sekaligus yaitu sebagai petani dan dilaut sebagai nelayan. hakikat hidup orang maluku, dimana manusia Maluku tidak akan pernah bisa dipisahkan dengan laut. walaupun kesehariannya ia bekerja sebagai petani namun ia juga melakukan aktivitas sebagai nelayan.
    seperti yang bapak tulis bahwa makna dari berdiri di darat dan memandang ke laut yaitu bermakna bahwa pemahaman konsep ruang identitas dimana manusia berpijak untuk hidup. sedangkan pernyataan memandang ke laut artinya bukan sebatas memandang dengan alat indra mata saja tetapi menunjuk pada konsep pembagian waktu kerja penuh untuk meramu wilayah daratan dimana semua aktivitas bekerja di darat tersebut tidak dapat diisahkan dari ruang laut dengan segala ekologinya. terima kasih.
    #pemuliaantanaman

  17. Welminci. Arstin. Gustin Timanoyo on said:

    Sederhananya makna tulisan ini adalah bagaimana manusia memandang sama arti lautan dan daratan, daratan tidak dapat di pisahkan dari Lautan, bila daratan di Rusak maka akan berdampak pada kehidupan laut.

  18. Welminci. Arstin. Gustin Timanoyo on said:

    Sederhananya makna dari Tulisan ini adalah bagaimana manusia memandang laut dan darat yang mrnjadi satu kesatuan, artinya jika eksploitasi terjadi di darat maka akan berdampak pada Wilayah lautan. Hubungannya dengan perkembngan pembangunan daerah adalah Maluku yg merupakan bagian dari Negara Indonrsia perlu di Perhatikan, agar dapat menunjang pertumbuhan negara.

  19. Virgo sihasale on said:

    Dari tulisan BERDIRI DI DARAT DAN MEMANDANG KE LAUT,Artinya seseorang yang memiliki harapan atau impiannya belum tercapai,sehingga dia masih memikirkan ke mana arah yang di inginkan,dan dari tulisan di atas juga mengajarkan kita sebagai manusia untuk menjaga atau melestarikan lingkungan darat maupun laut.

  20. Arlando P Risanbessy on said:

    Berdiri di darat menghadap kelaut..
    Buku sangat mengispirasi kita sebagai masyarakat maluku. Dengan daerah kita yang sebagian besar kepulauan,bukan hanya darat sebagai tempat pertanian kita tetapi kita juga kaya akan hasil laut yang melimpa yang bisa kita ambil untuk kebutuhan kita..

  21. Apheles Tiokura on said:

    Tulisannya sangat bagus
    Karena Dari tulisan di atas saya mempelajari bahwa
    BERDIRI DI DARAT DAN MEMANDANG KE LAUT .
    Bukan sja mengartikan tentang manusia yg berdiri di laut dan memandang ke laut tetapi jga memberikan banyak contoh dalam kehidupan manusia

  22. TRISLAN ARNOLD NOTANOEBOEN 201681035 on said:

    Berdiri di darat memandang ke laut sangat menginspirasi kakaren Makna di dalam tulisan bapak dapat di katakan bahwa kehidupan di dunia memiliki hubungan intrtaksi dan saling membutuhkan satu sama dengan lain

  23. Angga bayu pangestu (201681034) on said:

    Seorang petani dimaluku selalu mrmangku dua profesi sekaligus yaitu sebagai petani yang mengelola ekologi daratan dan juga sebagai nelayan yang mengelola ekologi laut
    Saya sangat setuju dengan pernyataan ini karena dalam hidup sehari-hari orang maluku sulit dipisahkan dari laut karena dari sanalah ada ladang hidup berkelanjutan bagi kehidupan mereka demi memenuhi kebutuhan sehari-hari
    Dengan demikian profesi yang bivalen yang dimilikioleh orang maluku mampu memberikan inspirasi pada disiplin ilmu pertanian untuk merumuskan falsafah pembangunan pertanian di maluku

  24. Seprilia Martha Kailuhu on said:

    Selamat Pagi Pa.
    Saya sangat setuju dengan tulisan ilmiah yang berjudul “Berdiri diDarat dan Memandang ke laut” ini .karena Masyarakat Maluku mencari Nafkah bukan hanya sebagai seorang Petani Semata . Namun juga menjadi seorang Nelayan. Bahkan 1 orang dapat memiliki 2 profesi baik sebagai petani maupun nelayan. Sehingga yang terlihat ialah Interaksi antara manusia dengan alam baik darat maupun laut yang sangat berhubungan . contohnya : pergerakan Arah angin di darat akan menjadi indikator bagi manusia untuk memprediksi perubahan di laut.
    Maka sebagai masyarakat Maluku Laut juga perlu dijaga kelestariannya bukan hanya diDarat .

  25. Nurhaya Pellu on said:

    Artikel yang bapak tulis dengan judul Berdiri di Darat dan Memandang ke Laut memiliki arti yang sangat mendalam, dan memberikan satu pengetahuan baru buat saya bahwa, ternyata nama lokal dari sistem agroforestry tradisional di Maluku untuk wilayah Pulau Seram dinamakan dengan Lusun, Pulau Buru dinamakan dengan Wasilalen, dan Pulau Kei dinamakan dengan Atuvun. Karena selama ini yang saya tahu hanya dengan istilah dusung.

  26. jance pelata on said:

    ayun la dua on oktober,7,2019,at,12:
    nim 201781060
    selamat malam pak, setelah saya membaca tulisan bapak tentang berdiri di darat memandang ke laut, dalam tulisan pak memiliki arti yg sangat mendalam memang betul manudia tidak bisa jau dari air lau krna air laut adalah pencarian manusia maka itu mnusia perlu menjaga kebersian laut janagn cuma menjaga kebersian darat,

  27. NAMA : IHSAN
    NIM. :201781007
    TGL KIRIM :8 OKTOBER 2019

    Menurut saya Kenapa manusia diciptakan terakhir,Karena Manusia merupakan mahluk yg Sempurna.Dimana manusia diciptakan memiliki Hawa dan nafsu.sehingga manusia memiliki nafsu yg tinggi jika dibandingkan Mahluk lainnya.,Contohnya manusia memiliki jiwa Kepuasan dan keinginan yg tinggi.

    Selain itu juga menurut ilmu ekologi,manusia diciptakan dengan bentuk dan wujud yg menyerupai makhluk-makhluk sebelumnya.,Contohnya Manusia Pada dasarnya memiliki bentuk dan wujud yg menyerupai hewan mamalia ataupun serupa Kera..

  28. Mitha Bazeegan on said:

    Nama: Mitha bazergan
    Nim : 201881068
    Dalam artikel bpa yang sangat menarik ini membuat sya paham mengenai berdiri di darat mengartikan kedisiplinan dalam bidang pertanian dan memandang ke laut mengartikan manajemen & ketepatan waktu

  29. Fadilah Safitri M Kaimuddin 2019-81-003 on said:

    Selamat pagi prof, mohon izin saya memberikan pendapat saya mengenai artikel prof yang berjudul BERDIRI DI DARAT DAN MEMANDANG KE LAUT. Menurut saya artikel yang prof buat ini sangatlah menarik perhatian pembaca, karena dari judul artikel saja sudah membuat orang orang penasaran apa arti dari judul tersebut. Dan menurut saya isi artikel yang prof buat sangatlah jelas sehingga kami sebagai pembaca dapat mudah mengerti apa arti dari judul tersebut. Kita juga tidak dibuat buat bertanya karena isi artikel sudah sangat jelas dan memberikan banyak pengetahuan baru untuk kami. Terima Kasih.

  30. JULIO TUNYLUHULIMA on said:

    Nama : Julio D.Tunyluhulima
    NIM: 201881034
    Selamat siang pak, setelah membaca tulisan bapak yg berjudul ” Berdiri di darat Dan memandang ke-laut” sudah dapat membantu saya dalam memahami konsep pertanian di Maluku yang mana rata-ratanya menganut pertanian kepulauan. Konsep pertanian kepulauan seyogyanya dipandang dari tiga konsep ruang dimana organisme hidup termasuk manusia memilihnya sebagai suatu habitat yaitu gunung, pantai dan laut. Ketiga ruang ini harus dilihat secara holistik.

  31. Thalia Febriyanti Mayaut (2018 55 004) on said:

    Slmat Pagi Prof Dari tulisan pak yang berjudul “Berdiri di darat dan memandang ke laut
    Yang adalah gambaran kehidupan masyarakat maluku yang memegang dua profesi sekaligus
    Yakni sebagai petani dan nelayan.
    Dengan meramu sendiri kekayaan hayati yang dimiliki Maluku sebagai provinsi kepulauan.

    Berdiri di darat dan memandang ke laut sebagai gambar juga bahwa orang Maluku menjaga apa yang dimiliki dan menjadi harta warisan yang tak pernah habis.
    Hal ini dilakukan dengan sistem pertanian yang menjadi budaya turun temurun. Salah satu contoh adalah sistem pertanian dusung. Dan menangkap ikan dengan menggunakan peralatan tradisional.

    Hal ini menjadi suatu acuan untuk menjaga ekosistem yang ada baik di darat maupun dilaut.

    Saya sangat setuju dengan tulisan bapak
    Maluku, daratan, lautan adalah sebagai urat nadi, paru- paru. Dalam menyambung keberlangsungan kehidupan di Maluku.

  32. Nur Ismi D Litiloly (2019-81-045) Agribisnis on said:

    Selamat pagi pak
    berdiri di darat dan memandang ke laut seperti yang telah diketahui bahwa pemaknaan dari kalimat ini sangatlah dalam ,bukan hanya berbicara tentang pertanian namun kalimat ini juga erat kaitannya dengan kehidupan manusia, budaya ,pola pikir dan berbagai hal lainnya yang disebabkan adanya sebab akibat dari kegiatan masyarakat yang selalu melibatkan laut dalam kehidupannya.

    Pemanfaatan sumber daya kelautan oleh masyarakat pesisir juga membuat adanya perhatian lebih untuk menghormati dan menjaga laut itu sendiri.
    namun seiring waktu para petani yang merangkap juga sebagai nelayan apakah masih bisa bertahan dengan kondisi alam dimana pencemaran terjadi dimana-mana? Yang bisa menyebabkan hasil kelautan menjadi kurang yang mungkin saja menjadi kerugian.
    Bukan hanya alam namun apakah petani ataupun nelayan bisa bertahan dari intervensi pemerintah yang membuat regulasi dimana merugikan Nelayan atau pun petani serta juga merusak alam itu sendiri.
    Apakah kedepannya petani maupun Nelayan bisa mempertahankan eksistensinya sendiri?sebab dari eksistensi kedua mata pencarian ini efek sebab akibat terhadap darat dan laut dapat dirasakan?
    Ataukah kedepannya berdiri di darat dan memandang ke laut hanya bisa jadi omong kosong. sebab untuk mempraktekannya saja sulit dilakukan?

  33. Nur Ismi D Litiloly (2019-81-045) Agribisnis on said:

    Selamat pagi pak,
    berdiri di darat dan memandang ke laut seperti yang telah diketahui bahwa pemaknaan dari kalimat ini sangatlah dalam ,bukan hanya berbicara tentang pertanian namun kalimat ini juga erat kaitannya dengan kehidupan manusia, budaya ,pola pikir dan berbagai hal lainnya yang disebabkan adanya sebab akibat dari kegiatan masyarakat yang selalu melibatkan laut dalam kehidupannya.

    Pemanfaatan sumber daya kelautan oleh masyarakat pesisir juga membuat adanya perhatian lebih untuk menghormati dan menjaga laut itu sendiri.
    namun seiring waktu para petani yang merangkap juga sebagai nelayan apakah masih bisa bertahan dengan kondisi alam dimana pencemaran terjadi dimana-mana? Yang bisa menyebabkan hasil kelautan menjadi kurang yang mungkin saja menjadi kerugian.
    Bukan hanya alam namun apakah petani ataupun nelayan bisa bertahan dari intervensi pemerintah yang membuat regulasi dimana merugikan Nelayan atau pun petani serta juga merusak alam itu sendiri.
    Apakah kedepannya petani maupun Nelayan bisa mempertahankan eksistensinya sendiri?sebab dari eksistensi kedua mata pencarian ini efek sebab akibat terhadap darat dan laut dapat dirasakan?
    Ataukah kedepannya berdiri di darat dan memandang ke laut hanya bisa jadi omong kosong. sebab untuk mempraktekannya saja sulit dilakukan?

  34. Dhea Safya Maharani on said:

    Selamat siang pak, saya dhea safya maharani dengan nim 201881005, mahasiswa yang menawarkan ekologi manusia.

    Saya telah membaca artikel bapak dengan judul “Berdiri di Darat dan Memandang Laut”
    Saya sangat setuju dengan apa yang di katakan di atas bahwa Berdiri di darat memandang ke laut artinya bahwa seorang yang berperang di laut dan darat ini dia bukan saja mencari nafkah di darat tetapi di lautpun dia mencari nafkah itu mungkin sudah jadi kehidupan dia seperti contoh Seorang petani di Maluku selalu memangku dua profesi pekerjaan sekaligus yaitu sebagai petani yang mengelola ekologi daratan dan sebagai nelayan yang juga mengelola ekologi laut.

    Selain itu saya sangat menyukai tema bapak kali ini, karena menurut saya manusia terkadang mengabaikan laut yang bukan merupakan tempat tinggal atau habitatnya. Padahal laut sendiri merupakan tempat atau bagian penyedia kebutuhan manusia. Dengan tulisan ini saya berharap orang orang membacanya dan sadar bahwa kita harus merawat laut maupun daratan dengan baik. Karena keduanya penting bagi kehidupan manusia saat ini dan di masa depan nanti.

  35. Dhea Safya Maharani on said:

    Selamat siang pak, saya dhea safya maharani dengan nim 201881005, mahasiswa yang menawarkan ekologi manusia.

    Saya telah membaca artikel bapak dengan judul “Berdiri di Darat dan Memandang Laut”
    Saya sangat setuju dengan apa yang di katakan di atas bahwa Berdiri di darat memandang ke laut artinya bahwa seorang yang berperang di laut dan darat ini dia bukan saja mencari nafkah di darat tetapi di lautpun dia mencari nafkah itu mungkin sudah jadi kehidupan dia seperti contoh Seorang petani di Maluku selalu memangku dua profesi pekerjaan sekaligus yaitu sebagai petani yang mengelola ekologi daratan dan sebagai nelayan yang juga mengelola ekologi laut.
    Selain itu saya sangat menyukai tema bapak kali ini, karena menurut saya manusia terkadang mengabaikan laut yang bukan merupakan tempat tinggal atau habitatnya. Padahal laut sendiri merupakan tempat atau bagian penyedia kebutuhan manusia. Dengan tulisan ini saya berharap orang orang membacanya dan sadar bahwa kita harus merawat laut maupun daratan dengan baik. Karena keduanya penting bagi kehidupan manusia saat ini dan di masa depan nanti.

  36. Helma Feronika Maspaitella on said:

    Slamat siang pa,saya Helma Feronika Maspaitella mahasiswa program studi ekologi manusia disni artikel bapak yang berjudul ” berdiri di darat dan memandang laut” sangat bagus dan memberi makna yang baik bagi para pembaca.
    Kemudian saya sangat menyukai makna filosofi dikarenakan filosofi adalah suatu tatanan cintarasa terhadap lautan dengan kesadaran dan penghayatan untuk senantiasa menjunjung tinggi lautan dengan segala harta kekayaannya sebagai sumber kehidupan yang dikaruniakan oleh Tuhan Yang Maha Esa kepada Manusia.

  37. Miryam Kosapilawan on said:

    Saya suka kalimat ini : “Dalam hidup sehari-hari, orang Maluku sulit dipisahkan dari laut karena dari sanalah ada ladang hidup berkelanjutan.” Dan bagi saya yang tinggal di bumi Maluku Barat Daya, jika memandang laut dan darat sebagai satu entitas secara keseluruhan maka laut bagaikan jembatan yang menghubungkan satu titik dengan titik lainnya yang menghubungkan kita sebagai sebagai satu kesatuan.
    Sebagai satu entitas, berarti ada garis atau titik tengahnya dan ini berbicara tentang keseimbangan. Seperti yang telah dipaparkan, kita sadar bahwa ke depan lahan akan semakin berkurang seiring dengan pertambahan penduduk, pembangunan dan lain sebagainya. Akan ada banyak perubahan yang mengikutinya sehingga dalam hal ini saya setuju juga dengan perencanaan yang tepat yang disesuaikan dengan kondisi daerah karena akan sangat berdampak pada keseimbangan darat dan laut.
    Maluku sebagai wilayah kepulauan dengan pulau-pulau kecil, pengaruh laut terhadap aktivitas di darat sangat nampak dan demikian halnya aktivitas di darat yang luas akan berpengaruh terhadap laut. Bagaimana Kenyamanan hidup kita di darat sangat ditentukan oleh bagaimana kita mampu menjaga keseimbangan darat dan laut. Oleh karena itu, kita semua wajib ikut melestarikan lingkungan dengan hal-hal sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan apalagi di daerah pesisir pantai. Di Maluku Barat Daya sendiri sedang ramai mempromosikan Welora sebagai pariwisata unggulan dan salah satu yang dilakukan oleh masyarakat Desa Welora adalah dengan menjaga kebersihan. Welora bagaikan desa mungil di balik-balik batu yang sangat bersih. Mari memuliakan laut dengan tindakan nyata.

  38. Frijon Lewerissa on said:

    Nama : Frijon Lewerissa
    Nim : 13691619032 Selamat Malam pak, saya Frijon Lewerissa dengan nim 13691619032, mahasiswa yang menawarkan Bisnis Agroindustri (Kelas Tiakur).

    Saya telah membaca artikel bapak dengan judul “Berdiri di Darat dan Memandang Laut” dimana Berdiri di Darat bermakna bahwa pemahaman konsep ruang dimana seluruh aktifitas pertanian pada ekologi daratan adalah suatu ruang entitas dimana manusia berpijak untuk hidup. Sedangkan pernyataan Memandang ke Laut artinya bukan sebatas memandang dengan alat indera mata saja tetapi menunjuk pada konsep pembagian waktu kerja penuh untuk meramu wilayah daratan dimana semua aktivitas bekerja di darat tersebut tidak dapat dipisahkan dari ruang laut dengan segala ekologinya. Disini hubungan darat dan laut menjadi suatu entitas yang utuh. Dengan kata lain bahwa memandang ke laut memiliki bobot yang sama dengan berdiri di darat.
    Konsep berdiri di darat dan memandang ke laut menggambarkan landasan sistem pertanian berkelanjutan untuk membangun ketahanan pangan dan mewujudkan kedaulatan pangan meningkatkan mutu sumber daya manusia, meningkatkan kualitas hidup, serta menjaga kelestarian sumber daya, melalui penguatan dimensi nuansa ekologis, dimensi kelayakan ekonomis, dimensi kepantasan budaya, dimensi kesadaran sosial, dan dimensi pendekatan holistik. Dengan demikian penyelesaian beberapa masalah baik kesenjangan dan kemiskinan khusunya bagi kami di Kabupaten Maluku Barat Daya mestinya dapat dilihat melalui lima dimensi tersebut.
    Saya juga sangat setuju dengan tulisan pak Prof yaitu Jika kita mau membangun manusia, dalam hal ini memanusiakan manusia, maka harus dimulai dari habitat dimana manusia berada yaitu ruang yang memungkinkan manusia bisa berkarya sepanjang hidup dengan curahan waktu kerja penuh, Karena manusia hidup untuk memanusiakan sesama manusia. Hikmat, Akal budi yang diberikan Tuhan kepada kita kiranya digunakan dengan baik oleh manusia untuk berkarya atas kelimpahan sumberdaya alam ini.
    Saya sungguh mengapresiasi tulisan Prof Max Pattinama. Tulisan Bapak sangat bermanfaat bagi saya, tetap menjadi saluran Berkat bagi banyak orang Pak Prof. Sukses selalu Pak Prof..GBU.

  39. IN KRISTI LONI NORIMARNA on said:

    menurut saya, Laut harus dijadikan sebagai tumpuan hidup dimasa sekarang. Karena dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk maka semakin sempit lahan yang dapat dikelola untuk kehidupan. Wilayah kita sebagian besar terdiri atas laut. Untuk itu laut sudah harus dipandang sebagai suatu objek yang dapat menunjang kehidupan berkelanjutan dari generasi ke generasi.Laut harus dilindungi dari kegiatan yang dapat menyebabkan kerusakan alam dan segala biota laut. Kegiatan yang terjadi di darat dalam jangka panjang mempunyai pengaruh terhadap laut. Oleh sebab itu setiap kegiatan di darat harus memperhatikan dampak lingkungannya, karena segala kegiatan yang berasal dari darat dapat berpengaruh negatif terhadap dinamika kehidupan di laut. Seperti penebangan hutan secara besar-besaran dapat berpotensi banjir yang mana akan membawa sampah yang cukup banyak ke laut sehingga dapat memusnahkan biota laut seperti: rusaknya lingkungan pesisir, bakau, terumbu karang, padang lamun dan rumput laut bahkan produktivitas laut lepas.

  40. Jacobis B.R.Makaweru Nim13691619035 on said:

    Saya setuju dengan konsep memuliakan laut, berdiri di darat dan memandang laut. Orang maluku hidup di daerah dimana laut lebih luas dari daratan. Banyak petani yg merangkap tugas menjadi nelayan. Profesi yg bivalen.. utk itu rumusan falsafah pertanian kepulauan di maluku, harus terus dikumandangkan agar dapat merubah mindset kita semua dalam mengelola ekologi,menjaga ekosistem wilayah, sehingga kita dapat terus menikmati anugerah ini. Kita tidak dapat mendahulukan yg lain dan menganaktirikan yang lain… kedua ekosistem ini harus dijaga dan dirawat dengan baik. Penyuluhan2 terhadap petani dan nelayan bukan hanya ttg bgmn mengelola utk mendapatkan hasil tetapi juga bagaimana tanggungjawab untuk merawat keberlangsungan ekosistem ini.. terutama laut kita,, yg bgitu luas,,yg menunggu utk kita explorassi.. mari kita jangan hanya memandang laut,,dengan pndangan kosong tapi dengan kesungguhan hati, mari kita bergandengan tangan untuk menjaga ekosistem ini… mulai dari tindakan nyata diri kita sendiri,,yg kita tularkan ke saudara,sahabat kita,,utk menjaga laut..mulai dri hal kecil,,tdk membuang sampah ke laut..Dengan beriringnya waktu, dgn pola pikir yg baru,,diharapkan pengelolaan laut kita yg baik akan membawa kita ke kedaulatan dan ketahanan pangan orang maluku

  41. DALMA EOH, SP on said:

    Menurut saya, artikel yang Pa Prof sampaikan sangat menarik untuk di pelajarai, karena memberikan ruang pikir kepada publik, terhadap suatu konsep pendekatan pengelolaan potensi SDA di Provinsi Maluku yang terkenal sebagai Wilayah Kepulauan. Ide membangun Maluku dari Laut, tidak boleh di pandang sebagai pendekatan tunggal yang beridiri sendiri, tetapi ada pulau-pulau sehingga konsep yang perlu dikembangkan adalah konsep laut-pulau. Kenyataan riil bahwa profesi nelayan adalah petani dan petani adalah nelayan, maka kegiatan pertanian harus dipandang atas 3 konsep ruang,:gunung, pantai dan laut, sehingga sistem pertanian yang perlu dikembangkan adalah sistem pertanian pesisir atau kepulauan, yang dicirikan aktivitas usaha tani dengan mempertimbangkan pelestarian lingkungan yang berkelanjutan, yang berpengaruh langsung pada kondisi ekosistem laut yang lestari. pemilihan sistem wanatani (agroforstry) dan usaha tani tanaman campuran menjadi sistem pertanian kepulauan yang perlu dipertahankan dan dikembangkan kedepan. Terima Pa Prof, atas kesempatan untuk koment saat ini.

  42. Hamrin on said:

    Nama : Hamrin
    Nim : 201881018
    Judulnya sangat bagus pak. Dan di sini saya tanyakan bagaimana menjaga ketahanan pangan supaya pangan selalu ada dan bagaimana menjaga ekosistem laut sebagai penunjang ketahana pangan selain itu bagaimana agar laut tetap terjaga?

  43. Mitha Bazergan on said:

    Dalam artikel bpa yang sangat menarik ini membuat sya paham mengenai berdiri di darat mengartikan kedisiplinan dalam bidang pertanian dan memandang ke laut mengartikan manajemen & ketepatan waktu yg berkaitan dengan ekologi manusia
    Tetapi di artikel ini ada beberapa kata yang belum saya pahami dan mungkin ad pembaca yg belum paham juga tetapi hal itu tidak mengurangi menariknya artikel ini

  44. Eka hermawanti on said:

    Artikel ini sangat menarik untuk dibaca dimana Berdiri di Darat dan Memandang ke Laut memiliki makna yang sangat dalam . Berdiri di Darat bermakna bahwa pemahaman konsep ruang dimana seluruh aktifitas pertanian pada ekologi daratan adalah suatu ruang entitas dimana manusia berpijak untuk hidup. Sedangkan Memandang ke Laut artinya bukan sebatas memandang dengan alat indera mata saja tetapi menunjuk pada konsep pembagian waktu kerja penuh untuk meramu wilayah daratan dimana semua aktivitas bekerja di darat tersebut tidak dapat dipisahkan dari ruang laut dengan segala ekologinya. Untuk itu seharusnya manusia memandang sama arti lautan dan daratan, karena daratan tidak dapat di pisahkan dari Lautan, bila daratan di Rusak maka akan berdampak pada kehidupan laut juga. Konsep memuliakan laut yang dijabarkan dalam konsep berdiri di darat dan memandang ke laut memiliki tujuan untuk mewujudkan kedaulatan dan ketahanan pangan, meningkatkan mutu sumber daya manusia, meningkatkan kualitas hidup, serta menjaga kelestarian sumber daya melalui strategi kerja keras proaktif, pengalaman nyata, partisipatif, dan dinamis.
    Saya sungguh mengapresiasi tulisan pak prof. terimakasih Tulisan Bapak sangat bermanfaat bagi saya, dan sukses selalu pak ????

  45. Risni Haerani on said:

    Selamat siang pak!
    Saya risni Haerani dengan Nim 201881038.
    Saya sangat tertarik dgn artikel yg berjudul “Berdiri didarat dan memandang ke laut” yg artinya bukan sebatas memandang dengan alat indera mata saja tetapi menunjuk pada konsep pembagian waktu kerja penuh untuk meramu wilayah daratan dimana semua aktivitas bekerja di darat tersebut tidak dapat dipisahkan dari ruang laut. Menurut saya Apapun nama pekerjaannya, pada dasarnya dapat digolongkan ke dalam dua jenis pekerjaan. Kalau tidak petani, ya nelayan. Petani dan nelayan tidak hanya berbeda dari apa yang dikerjakannya. Mereka juga memiliki konsep yang jauh berbeda. Terutama di Maluku banyak yang menjalani keduanya. Petani bisa gagal panen. Nelayan bisa terhalang badai. Berpijak pada dua kaki lebih baik dari pada bertumpu pada salah satunya. Pasti melelahkan dan menguras energi, Tapi hasilnya pasti juga akan sebanding.
    Terima kasih!

  46. Sri busna on said:

    Selamat siang. Saya sri husna Mahasiswa Agribisnis yang menawarkan matakuliah Ekologi manusia
    Dari artikel yang bapak sampaikan mengenai ” Beridiri di darat dan memandang kelaut ” ini sangat menarik dan memberikan bnyak pelajaran kepada kita mahasiswa dimna kita bisa tau bahwa kita makhluk hidup tidak bisa hidup hanya dengan sumber daya yang ada di darat melainkan harus dilengkapi dengan sumber daya dilaut. Berdiri di Darat bermakna bahwa pemahaman konsep ruang dimana seluruh aktifitas pertanian pada ekologi daratan adalah suatu ruang entitas dimana manusia berpijak untuk hidup.

  47. Ayu Harnanti on said:

    Selamat siang pak. Saya Ayu Harnanti dengan nim 201881059 mahasiswa prodi agribisnis yang menawarkan mata kuliah ekologi manusia. Setelah saya membaca artikel tersebut yang berjudul “Berdiri di Darat dan Memandang ke Laut” saya setuju dan sangat mengapresiasi tulisan bapak ini. Dimana apabila kita kaitkan dengan Maluku yang terdiri dari kepulauan maka tentunya pulau Maluku memiliki kekayaan alam di darat maupun di laut, sehingga untuk pemenuhan kebutuhan hidup kebanyakan masyarakat Maluku memanfatakan sumberdaya alam yaitu yang terdapat pada darat dan juga laut. Untuk itu kita sebagai masyarakt Maluku harus menjaga ekosistem yang telah ada, dan perlunya juga pembangunan pertanian guna untuk lebih memberdayakan masyarakat dalam mengelola hasil darat dan laut tersebut.

  48. Ayu Harnanti on said:

    Selamat siang pak. Saya Ayu Harnanti (201881059) mahasiswa agribisnis yang menawarkan mata kuliah ekologi manusia.
    Sebelumnya maaf pak karena saya terlambat mengirimkan komentar, karena sebelumnya hasil komentar saya tidak bisa dipost.
    Menurut saya setelah membaca artikel diatas, saya setuju dan sangat mengapresiasi artikel ini. Karena apabila dikaitkan dengan maluku yang wilayahnya didominasi oleh kepulauan hal ini tentunya maluku memiliki kekayaan alam di darat maupun dilaut, sehingga dalam pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat bisa bekerjan dilaut maupun di darat. Untul itu perlunya kesadaran masyarakat maluku untuk menjaga ekosistem yang telah ada dan pentingnya pembangunan pertanian guna memberdayakan masyarakat dalam mengelolah hasil darat dan laut.

  49. Petronela Wemaf on said:

    Selamat siang pak
    partikel ini sangat menginspirasi karena dari maknanya yaitu bagaimana berdiri di darat dan menatap ke laut makna berdiri di darat yaitu bahwa pemahaman konsep ruang dimana seluruh aktivitas pertanian pada ekologi daratan adalah suatu ruang entitas dimana manusia berpijak untuk hidup sedangkan pernyataan memandang ke laut artinya bukan sebatas memandang dengan alat indra mata saja tetapi menunjuk pada konsep pembagian waktu kerja penuh untuk meramu wilayah daratan di mana semua aktivitas bekerja di daerah tersebut tidak dapat dipisahkan dari ruang laut dengan segala ekologinya.
    Dimana dalam kehidupan kita setiap harinya kita tidak hanya melihat dari satu sisi tetapi melihat dari dua sisi yaitu antara darat dan laut agar dapat berjalan seimbang dan menjaga dan merawat serta melestarikan lingkungan darat dan laut agar dapat tetap berlanjut untuk generasi berikutnya

    Terima kasih Pak
    Sukses selalu.
    Nama : Petronela Wemaf
    Nim 201855025
    program studi : Penyuluhan

  50. Ayu Harnanti on said:

    Selamat siang pak. Saya Ayu Harnanti dengan nim (201881059) prodi agribisnis yang menawarkan mata kulih ekologi manusia.
    Sebelumnya maaf pak karena saya terlambat mengirimkan komentar, karena sebelumnya hasil komentar saya tidak bisa di post.
    Menurut saya setelah membaca artikel diatas, saya setuju dan sangat mengapresiasi artikel ini. Karena apabila dikaitkan dengan Maluku yang wilayahnya didominasi oleh kepulauan hal ini tentunya Maluku memiliki kekayaan alam di darat maupun di laut, sehingga dalam pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat Maluku bisa bekerja di laut maupun di darat, untuk itu perlunya kesadaran masyarakat Maluku untuk menjaga ekosistem yang ada, dan pembangunan pertanian guna memberdayakan masyarakat dalam mengelola ekosistem yang ada pada laut dan darat tersebut.

  51. WAHYUDIN on said:

    Menurut hemat penulis bahwa memuliakan laut adalah suatu falsafah pendidikan dan bukan merupakan suatu ilmu atau disiplin ilmu yang berdiri sendiri. Dengan kata lain dapat dikatakan pula bahwa memuliakan laut adalah suatu konsep inovasi yang mengandung orientasi dasar ilmiah dengan tujuan pengembangan dan kerjasama pendidikan pada level paling bawah hingga level paling tinggi.

  52. WAHYUDIN on said:

    Dalam kolom komentar ini izinkan saya bercerita sedikit terkait apa yang saya saksikan (empiris). bahwasanya, di poka atau khususnya di rumah tiga (SIPUR) adalah salah satu tempat yang di gemari para pemuda, pemudi, dan anak-anak untuk menghabiskan waktu sorenya berpacaran, bermain-main, menyelami indahnya laut, menikmati jingganya langit (senja) yang di pancarakan mentari sebagi tanda kasih tuhan terhadap pulau maluku.

  53. Ince Aprilya Farah Azhari on said:

    memuliakan laut dan darat berarti kita sebagai manusia harus menjaga dan melestarikan alam kita. I’m so proud of you Prof! You created a new connection towards nature and yourself. So stunning???? yaay thanks for sharing Prof… even i feel so peaceful reading this

  54. Meiske Lidya Kosokot on said:

    Selamat pagi pak. Saya Meiske Lidya Kosokot, (201981043) mahasiswa Agribisnis.
    Menurut saya setelah membaca artikel diatas,Menurut saya, artikel yang Pa Prof sampaikan sangat menarik untuk di pelajarai, karena memberikan ruang pikir kepada publik, terhadap suatu konsep pendekatan pengelolaan potensi SDA di Provinsi Maluku yang terkenal sebagai Wilayah Kepulauan.Makna Berdiri di Darat dan Memandang ke Laut
    Memuliakan laut seyogyanya mendapat sentuhan makna aplikasi sehingga ada wujud nyata yang bisa dipahami dari bebagai bidang ilmu. Dengan kata lain memuliakan laut akan menjadi lengkap apabila ditopang dalam perspektif multidisiplin dan interdisipliner. Untuk itu disiplin ilmu pertanian memaknainya dengan Berdiri di Darat dan Memandang ke Laut. Disiplin ilmu pertanian mencoba untuk mengembangkan pemikiran yang sangat sederhana dari memuliakan laut yaitu berdasarkan hubungan sebab-akibat. Pernyataan Berdiri di Darat bermakna bahwa pemahaman konsep ruang dimana seluruh aktifitas pertanian pada ekologi daratan adalah suatu ruang entitas dimana manusia berpijak untuk hidup. Sedangkan pernyataan Memandang ke Laut artinya bukan sebatas memandang dengan alat indera mata saja tetapi menunjuk pada konsep pembagian waktu kerja penuh untuk meramu wilayah daratan dimana semua aktivitas bekerja di darat tersebut tidak dapat dipisahkan dari ruang laut dengan segala ekologinya. Disini hubungan darat dan laut menjadi suatu entitas yang utuh.

  55. Ince Aprilya Farah Azhari on said:

    Nama : Ince Aprilya Farah Azhari
    NIM : 201981029
    Prodi : Agribisnis
    Rabu,11 November 2020
    Memuliakan laut dan darat berarti kita sebagai manusia harus menjaga dan melestarikan alam kita. i’m so proud of you Prof! you created a new connection towards nature and yourself. so stunning???? yaay thanks for sharing Prof..

  56. Ince Aprilya Farah Azhari on said:

    Nama : Ince Aprilya Farah Azhari
    NIM : 201981029
    Prodi : Agribisnis
    Rabu,11 November 2020
    Memuliakan laut dan darat berarti kita sebagai manusia harus menjaga dan melestarikan alam kita. i’m so proud of you Prof! you created a new connection towards nature and yourself. so stunning???? yaay thanks for sharing Prof..

  57. ERIK PRATAMA on said:

    NAMA : ERIK PRATAMA
    NIM :201981010
    PRODI:AGRIBISNIS

    Selamat siang pak
    berdiri di darat dan memandang ke laut seperti yang telah diketahui bahwa pemaknaan dari kalimat ini sangatlah dalam ,bukan hanya berbicara tentang pertanian namun ini juga erat kaitannya dengan kehidupan manusia, budaya dan pola pikir dan berbagai hal lainnya yang disebabkan adanya sebab akibat dari kegiatan masyarakat yang selalu melibatkan laut dalam kehidupannya.
    Pemanfaatan sumber daya kelautan oleh masyarakat pesisir juga membuat adanya perhatian lebih untuk menghormati dan menjaga laut itu sendiri.
    namun seiring waktu para petani yang merangkap juga sebagai nelayan apakah masih bisa bertahan dengan kondisi alam dimana pencemaran terjadi dimana-mana? Yang bisa menyebabkan hasil kelautan menjadi kurang yang mungkin saja menjadi kerugian.
    Bukan hanya alam namun apakah petani ataupun nelayan bisa bertahan dari intervensi pemerintah yang membuat regulasi dimana merugikan Nelayan atau pun petani serta juga merusak alam itu sendiri.
    Apakah kedepannya petani maupun Nelayan bisa mempertahankan eksistensinya sendiri?sebab dari eksistensi kedua mata pencarian ini efek sebab akibat terhadap darat dan laut dapat dirasakan?

  58. Rizaf malawat on said:

    Artikel ini sangat bagus untuk di aplikasikan di zaman sekarang ini.pesan saya ; kita harus menjaga laut atau pun darat yang telah Tuhan berikan kepada kita. Karena apa yang Tuhan berikan kita sebagai manusia harus melengkapi apa yang telah dianugerahkan.

  59. Anjelina Manurung on said:

    saya izin berkomentar pak ????
    Nama: Anjelina Manurung
    Nim: 201981028
    Prodi: Agribisnis
    Tgl komentar: 11 November 2020

    Seperti yang sudah saya baca di Artikel ini “BERDIRI DI DARAT DAN MEMANDANG KE LAUT” maksudnya kita tidak hanya memandanginya saja seperti yang biasa kita lakukan hanya menikmati keindahannya saja. sama seperti halnya dengan kehidupan kita yang kita jalani, jika kita hanya diam dan mengharap sesuatu yang kita inginkan tanpa usaha itu sama saja kita sedang tidur dan bermimpi. Nah begitu juga dengan kata “berdiri di darat dan memandang ke laut” jika kita hanya berdiri saja kapan lagi akan menyebrangi lautan tersebut, nah dari sinilah kita bisa mengambil makna bahwa hidup ini tidak hanya tertumpu pada satu titik begitu juga dengan lautan dan daratan yang sama-sama memberikan kan kehidupan ke pada manusia. Seperti kehidupan manusia yang di tinggal di daerah kepulauan dimana kehidupan mereka lebih dominan dari lautan baik itu dalam kehidupan sehari-hari. Maka dari itu untuk saran ada baiknya kita saling menjaga kelestarian keindahan laut kita.

    Terimakasih ????

  60. Grasela Sairwaku on said:

    Nama: Grasela Sairwaku
    Nim : 201981001
    Prodi: Agribisnis
    Tgl komen 11 November 2020
    Sesudah saya membaca Tulisan ini saya teringat salah satu contoh khasus yang terjadi di “DESA SEIRA KEPULAUAN TANIMBAR” dalam khasus ini terjadi pengambilan hasil laut di daerah LAUT SEIRA untuk kepentingan orang asing. sedangkan masyarakat SEIRA sendiri tidak mengambil hasil laut mereka di karenakan sedang menjalankan adat /sasi laut yang tidak di perbolehkan untuk mengambil sebelum adat tersebut di buka sedangkan orang-orang asing dengan gampangnya mengambil hasil laut mereka tanpa di ketahui dengan menggunakan cara yang tidak baik yang dapat merugikan masyarakat SEIRA dan menguntungkan orang asing NAH APAKAH ORANG-ORANG ASING ITU BISA DI KATAKAN MEMULIAKAN LAUT? konsep Memuliakan laut sendiri adalah kita harus menjaga dan melestarikan laut. Melihat hal seperti itu sangat bertentangan dengan Penulisan Ini manusia hanya egois untuk mencapai tujuan banyak hal yang terbukti dalam kehidupan kita yang menunjukan kurangnya moral dan etika dalam diri manusia yang kurang berwawasan maka manusia perlu meningkatkan minat dalam membaca agar menambah pengetahuan dan untuk mengetahui sebab-akibat dalam melakukan sesuatu salah satunya Tulisan dari prof max Pattinama yang berisikan bagaimana laut dan darat dapat di manfaatkan dalam kehidupan manusia berkelanjutan

  61. Grasela Sairwaku on said:

    Nama: Grasela Sairwaku
    Nim : 201981001
    Prodi: Agribisnis
    Tgl komen 11 November 2020
    Sesudah saya membaca Tulisan ini saya teringat salah satu contoh khasus yang terjadi di “DESA SEIRA KEPULAUAN TANIMBAR” dalam khasus ini terjadi pengambilan hasil laut di daerah LAUT SEIRA untuk kepentingan orang asing. sedangkan masyarakat SEIRA sendiri tidak mengambil hasil laut mereka di karenakan sedang menjalankan adat /sasi laut yang tidak di perbolehkan untuk mengambil sebelum adat tersebut di buka sedangkan orang-orang asing dengan gampangnya mengambil hasil laut mereka tanpa di ketahui dengan menggunakan cara yang tidak baik yang dapat merugikan masyarakat SEIRA dan menguntungkan orang asing NAH APAKAH ORANG-ORANG ASING ITU BISA DI KATAKAN MEMULIAKAN LAUT? konsep Memuliakan laut sendiri adalah kita harus menjaga dan melestarikan laut. Melihat hal seperti itu sangat bertentangan dengan Penulisan Ini manusia hanya egois untuk mencapai tujuan banyak hal yang terbukti dalam kehidupan kita yang menunjukan kurangnya moral dan etika dalam diri manusia yang kurang berwawasan maka manusia perlu meningkatkan minat dalam membaca agar menambah pengetahuan dan untuk mengetahui sebab-akibat dalam melakukan sesuatu salah satunya Tulisan dari prof max Pattinama yang berisikan bagaimana laut dan darat dapat di manfaatkan dalam kehidupan manusia berkelanjutan

  62. Oktaviyanti siregar on said:

    Di artikel bapak yg berjudul “berdiri di darat dan memandang ke laut”. Memiliki arti yang sangat luar biasa, karena di Maluku sendiri memiliki kekayaan alam yang luar biasa di laut maupun di darat, kekayaan ini lah yang membuat masyarakat Maluku tidak menyia-nyiakan kedua profesi tersebut yaitu menjadi petani dan nelayan. Kedua profesi ini sangat melekat pada kehidupan orang Maluku. Tapi sayang nya sebagian masyarakat Maluku tidak terlalu memperhatikan ekosistem lautnya. Sehingga mahkluk hidup di laut semakin hari semakin menipis. Berharap kedepannya Maluku bisa menjadi pusat rempah rempah dan di kenal akan biota lautnya.

  63. sonia salasa on said:

    Nama : Sonia salasa
    Nim : 201981019
    Prodi : Agribisnis
    “Berdiri di darat dan memandang ke laut” yang memiliki makna memuliakan laut menurut saya pemilihan judul yang sangat menarik karnah dilihat pada jaman sekarang laut tidak dimuliakan lagi terdapat sampah” plastik dan rumahtangga yang telah memenuhi laut dan biota laut didalamnya, tetapi jika dilihat kembali pada provinsi maluku sendri masi terjaga dan masyarakat masi memuliakan laut,walaupun ada sebagian masyarakat yang lupa memuliakan laut. Dan pada artikel ini saya sangat tertarik dengan kalimat ide memuliakan laut mengandung dua tataran makna yakni makna harafiah adalah menyempurnakan laut dengan penuh keluhuran dan makna filosofi adalah suatu tatanan cintarasa terhadap lautan dengan kesadaran dan penghayatan untuk senantiasa menjunjung tinggi lautan dengan segala harta kekayaannya sebagai sumber kehidupan yang dikaruniakan oleh Tuhan Yang Maha Esa kepada Manusia.

  64. Vivi Angga Rifka Rifai on said:

    Nama : Vivi Angga Rifka Rifai
    Nim : 201981022
    Prodi : Agribisnis
    Mata kuliah : Ekonomi sumber daya alam & lingkungan
    Dari tulisan berdiri didarat dan memandang ke laut saya mengambil analisa berupa :
    Disiplin ilmu pertanian mencoba untuk mengembangkan pemikiran yang sangat sederhana dari memuliakan laut yaitu berdasarkan hubungan sebab-akibat. Pernyataan Berdiri di Darat bermakna bahwa pemahaman konsep ruang dimana seluruh aktifitas pertanian pada ekologi daratan adalah suatu ruang entitas dimana manusia berpijak untuk hidup. Sedangkan pernyataan Memandang ke Laut artinya bukan sebatas memandang dengan alat indera mata saja tetapi menunjuk pada konsep pembagian waktu kerja penuh untuk meramu wilayah daratan dimana semua aktivitas bekerja di darat tersebut tidak dapat dipisahkan dari ruang laut dengan segala ekologinya. Disini hubungan darat dan laut menjadi suatu entitas yang utuh. Dilihat dari masyarakat maluku sendiri tidak dapat dipisahkan dari dua hal ini laut dan darat, karna ketika pagi mereka akan melakukan aktivitas darat menjadi petani dan pada aktivitas malam hari mereka akan ke laut menjadi nelayan. Sehingga tanpa disadari masyarakat maluku sangat berkaitan antara darat dan laut. Apalagi jika dilihat posisi geografi Maluku yang merupakan provinsi kepulauan. Akan terus membuat masyarakat berdiri didarat dan melihat ke laut.
    Sekian terimakasih????

  65. Daniel Talle on said:

    NAMA : DANIEL TALLE
    MAHASISWA PRODI MAGISTER AGRIBISNIS
    KELAS REGULER TIAKUR
    Konsep memuliakan laut yang di jabarkan dalam konsep Berdiri didarat dan memandang ke laut merupaka sebuah konsep holistic yang memandang laut dan darat sebagai satu kesatuan ruang. Saya menarik satu kesimpulan sementara bahwa secara implisit penulis mau memberi pandangan tentang sumber daya alam di Maluku yang potensial untuk kesejahteraan masyarakat. Konsep memuliakan laut yang dijabarkan dalam konsep berdiri di darat dan memandang ke laut sudah menjadi tradisi orang Maluku sejak turun temurun. Hampir 95% desa-desa di maluku berada pada pesisir, membuat karakter usaha masyarakatnya menjadi bivalen ( menjadi petani sekaligus nelayan ). Makna dari konsep “ memuliakan laut “ yang dijelaskan diatas pada prisipnya adalah realitas kehidupan masyarakat maluku. Saya mencoba memaknai dan memberi sedikit pikiran yang sempit terkait konsep “ memuliakan laut “ dengan sudut pandang dan tema yang berbeda “ Ketika orang Lain memuliakan laut di maluku dengan konsep berdiri di darat dan memandang ke laut”. Konsep ini akan memicu aspek “kepentingan” . Berbicara soal aspek kepentingan maka laut dan darat dari asas manfaat akan sangat berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi, tenaga kerja bagi orang Maluku, tetapi menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan pulau-pulau kecil, karena budaya dusung (Pulau Ambon dan Lease), lusun (Pulau Seram), wasilalen (Pulau Buru) dan atuvun (Pulau Kei) diabaikan, seperti cerita bapak tentang “Kau Yang Mulai Kau Yang Akhiri”. Sementara laut yang menjadi prime muver Maluku, akan menjadi komoditi eksploitasi dengan dampak kerusakan dan kehilangan asas manfaat laut.seperti yang dikisahkan “Kayu Log di Pulau Buru”, atau Blok Masela yang sementara ini ditayangkan didepan masyarakat Maluku. Sebenarnya bagi saya sedikit berpikir diluar kerangka tulisan ini adalah bahwa, semestinya ada ulasan yang memberi gambar tentang bagaimana tindakan exploitasi darat dan laut yang dilakukan secara terstruktur, Ketika konsep ini diinterfensi oleh kekuatan besar di Negara Republik ini.

    Saya berharap bahwa Konsep memuliakan laut yang dijabarkan dalam konsep berdiri di darat dan memandang ke laut diimplementasikan dari aspek ketahanan pangan keluarga, hal tersebut adalah jiwa dan roh dari system pertanian di Maluku secara umum. Ketika seorang laki-laki mengambil hasil kasbi,jagung,petatas,tumang sagu pada lahannya didarat dan dia kembali ke rumahnya dan mengangkat perahu untuk mencari ikan dilaut, dan setelah itu memberi makan keluarganya, kebahagiaan itu akan menjadi sempurnah melengkapi kesempurnaan Konsep memuliakan laut yang dijabarkan dalam konsep berdiri di darat dan memandang ke laut. artinya bahwa tradisi bercocok tanam dengan pola agroforestry terpelihara, degradasi lahan terjaga, hutan dan air terlindungi, biota laut terselamatkan

  66. Geraldi William Waemese on said:

    Tulisan ini sangat menarik untuk dibaca dan memiliki arti yang sangat penting bagi kita yang tinggal di daerah pulau-pulau kecil seperti contohnya di Maluku.Arti dari kalimat berdiri di darat dan memandang kelaut kalau menurut saya yaitu suatu kehidupan dimana orang-orang melakukan pekerjaan bukan hanya didarat tetapi juga dilaut. Arti dari kata memandang menurut saya yaitu kita bisa melihat potensi yang ada di laut apalagi daerah tempat tinggal kita yang memiliki banyak sekali pulau-pulau kecil.
    Tulisan ini jika dibaca dengan saksama akan memperoleh arti yang penting karena tulisan ini menjelaskan tentang pertanian yang ada di pulau-pulau kecil seperti pola pertanian sistem agroforestry tradisional seperti dusung.
    Mungkin ini komentar saya mengenai tulisan ini
    Terima kasih

Leave a Reply to Jacobis B.R.Makaweru Nim13691619035 Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>